PMII STITMA Blitar perkuat kemampuan akademik kader lewat pelatihan kepenulisan makalah
Blitar - Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PK PMII) Pusat Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Misbahudin Ahmad (STITMA) Blitar menggelar Pelatihan Kepenulisan Makalah sebagai bagian dari upaya memperkuat kapasitas akademik dan intelektual kader.
Kegiatan yang mengusung tema “Metamorfosis PMII Pusat Next Level” tersebut berlangsung di Sekretariat PMII Pusat STITMA, Desa Sumber, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar, pada Senin, 5 Oktober 2026.
Pelatihan menghadirkan M. Salman Alif Sultoni, Sekretaris PK PMII Pusat STITMA, sebagai pemateri. Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pembekalan mengenai dasar-dasar penyusunan makalah, mulai dari menentukan topik, menyusun sistematika tulisan, membangun argumentasi hingga mengembangkan gagasan secara akademik.
Ketua PK PMII Pusat STITMA, M. Fatkur Rokim, menyampaikan bahwa kemampuan menulis merupakan salah satu aspek penting yang perlu dikembangkan oleh kader.
Menurutnya, tradisi intelektual dalam organisasi tidak cukup hanya dibangun melalui diskusi, tetapi juga perlu diwujudkan dalam bentuk karya tulis.
"Kader PMII tidak cukup hanya aktif dalam forum dan diskusi. Apa yang kita pikirkan juga harus mampu dituangkan dalam tulisan. Karena itu, pelatihan ini menjadi salah satu langkah untuk membangun tradisi intelektual sekaligus meningkatkan kualitas kader PMII Pusat STITMA,” ujar Fatkur.
Fatkur berharap pelatihan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat. Ia mendorong kader untuk terus mengasah kemampuan kepenulisan melalui kebiasaan membaca, berdiskusi, melakukan riset sederhana serta membangun konsistensi dalam menghasilkan tulisan.
Sementara itu, M. Salman Alif Sultoni menekankan bahwa menulis makalah bukan semata-mata aktivitas untuk memenuhi tugas akademik.
Menurutnya, proses kepenulisan juga menjadi sarana untuk melatih kemampuan berpikir secara sistematis.
Salman menjelaskan, seorang kader perlu mampu mengolah gagasan sebelum menyampaikannya kepada orang lain.
Dalam proses penulisan makalah, kemampuan tersebut dilatih melalui penggunaan referensi, penyusunan argumentasi serta pembangunan alur pembahasan yang jelas.
“Menulis itu bukan hanya persoalan merangkai kata. Yang paling penting adalah bagaimana kita menyusun gagasan secara sistematis, memiliki dasar yang jelas, kemudian mampu mempertanggungjawabkan apa yang kita tulis. Dari proses itu, kemampuan berpikir kader juga akan ikut berkembang,” terang Salman.
Ia juga mendorong peserta agar tidak menjadikan kesulitan ketika memulai tulisan sebagai alasan untuk berhenti menulis. Sebab, kemampuan kepenulisan menurutnya akan berkembang melalui proses, pengalaman, dan latihan yang dilakukan secara konsisten.
Pelatihan Kepenulisan Makalah tersebut menjadi salah satu langkah PK PMII Pusat STITMA dalam memperkuat kapasitas kader di bidang akademik dan intelektual.
Kegiatan ini sekaligus diharapkan mampu mendorong perubahan kader menjadi pribadi yang lebih kritis, produktif serta mampu melahirkan dan menyampaikan gagasan.
Selain meningkatkan kemampuan akademik, kegiatan tersebut juga menjadi ruang untuk menumbuhkan kembali budaya membaca, berdiskusi dan menulis di lingkungan PMII Pusat STITMA.
Melalui kegiatan bertajuk “Metamorfosis PMII Pusat Next Level”, kader didorong untuk terus meningkatkan kapasitas diri. Bukan hanya aktif dalam dinamika organisasi, tetapi juga mampu menghasilkan gagasan dan karya yang memiliki nilai akademik serta memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya. (lex)